Berikut ini kesalahan- kesalahan dalam berbisnis.
1. Modal awal berasal dari hutang.
" kan banyak pengusaha yang awalnya dari hutang "
" apakah salah kalau saya mendirikan usaha dari hutang ?""
" kalau tidak boleh hutang, trus modal awal dari mana "
Diatas adalah pertanyaan- pertanyaan dari teman- teman saya yang baru mau mulai berbisnis sampai yang bisnisnya sudah berjalan. Memang tidak ada yang salah dengan meminjam uang untuk memulai usaha. Toh banyak juga pengusaha yang hutangnya lumayan banyak atau bahkan terlalu banyak. Dan mereka masih tetap eksis alias usahanya masih berjalan.
Disisi lainnya, banyak sekali pengusaha yang kolaps dan bangkrut karena terlalu banyak hutang. Selain usahanya bangkrut, mereka masih harus menanggung pembayaran hutang, entah itu hutang pribadi, hutang kepada supplier, maupun hutang ke bank.
Oleh sebab itu, perlu anda pikirkan lebih dalam lagi apabila anda ingin berhutang. Karena dengan anda berbisnis yang bermodalkan hutang, maka, selain anda memikirkan menaikan omset, mengembangkan usaha, anda juga akan terus memikirkan pembayaran hutang. Sedangkan dari sisi keuntungan, maka keuntungan anda akan berkurang sekian persen hanya untuk membayar bunga hutang.
Bijaksanalah dalam berhutang, karena berhutang bagaikan dua sisi pedang. Bisa menguntungkan dan bisa juga merugikan
" trus, kalau hutang ke sipplier bagaimana ?"
Berhutang barang ke supplier kalau menurut saya lebih menguntungkan dibandingkan anda berhutang ke bank, apalagi anda berhutang ke rentenir.keuntungannya anda berhutang ke supplier adalah;
- Anda tidak akan membayar bunga
- Keuangan anda akan terkontrol, tidak konsumtif karena tidak akan menerima uang cash.
- Mendapat diskon tertentu dari supplier
Banyak dari rekan- rekan saya yang apabila berhutang, justru mereka membelanjakan uang hasil hutang tersebut untuk keperluan pribadi, contohnya untuk renovasi rumah, beli barang mewah dan yang lebih parah adalah untuk Dp mobil atau motor.
Pada umumnya pada saat mereka akan berhutang, mereka merencanakan untuk menambah barang dagangan mereka. Akan tetapi begitu mereka sudah menerima uang cash mereka tiba- tiba berubah pikiran dan akhirnya hanya sebagian saja yang dipakai untuk modal usaha.
2. Terlalu percaya kepada Karyawan
Percaya kepada karyawan itu penting, akan tetapi janganlah 100 % anda serahkan semuanya kepada karyawan. Tetap anda harus ikut terjun dan mengawasi pergerakan usaha anda. Jangan sampai usaha yang anda rintis terjadi banyak kebocoran, karena apalah artinya omset ataupun profit yang tinggi tapi terdapat kehilangan dimana - mana.
Kebocoran dalam usaha biasanya terjadi pada ;
Apakah anda termasuk pengusaha yang membiarkan semuanya terjadi begitu saja.
Kalau jawabannya iya, maka berhati- hatilah dengan bisnis anda. Seperti yang sudah saya posting sebelumnya, bahwa seorang pengusaha haruslah kreatif dan inovatif ( baca : karakteristik pengusaha ). Karena dalam dunia usaha, bisnis anda bukan hanya milik anda sendiri, pastinya anda memiliki kompetitor ( pesaing ), atau pengusaha pemula yang ingin mencoba peruntungannya membuka usaha yang mirip atau sejenis dengan usaha anda.
Para kompetitor akan terus melakukan berbagai macam strategi agar dapat bersaing dengan anda. Mereka mungkin mengadakan program bonus, diskon, dll agar pelanggan anda berpindah kepada mereka.
Oleh sebab itu anda jangan sampai terlena dengan usaha anda. Teruslah melakukan hal- hal kreatif. Kita ambil contoh, misalnya anda memiliki usaha toko klontong. Pada tahun 90 an mungkin anda bisa merasakan usaha anda berkembang dengan pesat, akan tetapi setelah memasuki tahun 2000 an, bermunculan supermarket- supermarket waralaba. Yang mulai merebut pasar dari toko - toko klontong tersebut dan mengakibatkan runtuhnya bisnis seperti itu.
Jadi tetaplah fokus dalam bisnis anda, dan teruslah berinovasi dalam usaha anda agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman.
4. Kehilangan arah
Yang dimaksud dengan kehilangan arah disini adalah anda mulai melupakan dan kehilangan visi dan misi dalam usaha anda. Kesalahan yang seperti ini biasanya dialami oleh pengusaha yang baru berkembang. Begitu usaha mereka mulai merangkak naik, maka godaan tentang gaya hidup mulai muncul, konsistensi anda terhadap peraturan usaha anda mulai longgar bahkan sampai anda mulai sering meninggalkan usaha anda dengan alasan bertemu dengan rekan - rekan anda
Anda yang biasanya konsisten dalam perhitungan dan mengatur anak buah, mulai merasa capek dan lelah dengan rutinutas seperti itu dan akhirnya mulai agak longgar terhadap kinerja karyawan anda. Biasanya tiap minggu, kerja karyawan anda di evaluasi, akhir - akhirnya mulai molor jadi 2 minggu sekali. Dan lain lain
Oleh sebab itu, visi dan misi anda atau perusahaan anda sebaiknya ditulis dikertas dan ditempelkan di papan agar anda senantiasa melihat dan termotivasi secara kontinyu. Jadi tulisan tersebut sebagai pengingat agar anda tidak melenceng disuatu hari nanti.
Itulah beberapa kesalahan dan keteledoran pengusaha dalam berbisnis. Semoga para pembaca disini bukanlah termasuk dalam 4 kategori diatas dan anda tetap konsiaten dalam berusaha..Amin
Kebocoran dalam usaha biasanya terjadi pada ;
- Proses pembelian
- Proses penjualan
- Biaya cost
- Dan banyak lagi yang lainnya
Khususnya pada usaha perkreditan atau anda menghutangkan barang dagangan anda kepada orang lain, maka saya anjurkan untuk sangat- sangat teliti dalam merekrut karyawan, karena banyak sekali usaha yang jenis ini, yang hancur lebur karena perbuatan dari karyawan sendiri. Karena konsumen mereka rata- rata kurang mengenal pwrusahaannya atau pemilik perusahaan, akan tetapi konsumen biasanya lebih mengenal pada bagian sales atau tenaga marketing.
Banyak kasus, karena usaha jenis ini mengandalkan tenaga pemasaran, pada saat karyawan tersebut berhenti, maka pemilik perusahaan atau pengganti karyawan tersebut kesulitan untuk cross cek data konsumen. Biasanya usaha seperti ini sangat besar turn over karyawannya.
Oleh sebab itu, anda selaku pemilik usaha seperti ini, sebisa mungkin tahu data konsumen dan tahu juga alamat yang bersangkutan. Semua ini demi kelangsungan bisnis anda sendiri
3. Terlena
Apakah anda termasuk pengusaha yang membiarkan semuanya terjadi begitu saja.
Kalau jawabannya iya, maka berhati- hatilah dengan bisnis anda. Seperti yang sudah saya posting sebelumnya, bahwa seorang pengusaha haruslah kreatif dan inovatif ( baca : karakteristik pengusaha ). Karena dalam dunia usaha, bisnis anda bukan hanya milik anda sendiri, pastinya anda memiliki kompetitor ( pesaing ), atau pengusaha pemula yang ingin mencoba peruntungannya membuka usaha yang mirip atau sejenis dengan usaha anda.
Para kompetitor akan terus melakukan berbagai macam strategi agar dapat bersaing dengan anda. Mereka mungkin mengadakan program bonus, diskon, dll agar pelanggan anda berpindah kepada mereka.
Oleh sebab itu anda jangan sampai terlena dengan usaha anda. Teruslah melakukan hal- hal kreatif. Kita ambil contoh, misalnya anda memiliki usaha toko klontong. Pada tahun 90 an mungkin anda bisa merasakan usaha anda berkembang dengan pesat, akan tetapi setelah memasuki tahun 2000 an, bermunculan supermarket- supermarket waralaba. Yang mulai merebut pasar dari toko - toko klontong tersebut dan mengakibatkan runtuhnya bisnis seperti itu.
Jadi tetaplah fokus dalam bisnis anda, dan teruslah berinovasi dalam usaha anda agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman.
4. Kehilangan arah
Yang dimaksud dengan kehilangan arah disini adalah anda mulai melupakan dan kehilangan visi dan misi dalam usaha anda. Kesalahan yang seperti ini biasanya dialami oleh pengusaha yang baru berkembang. Begitu usaha mereka mulai merangkak naik, maka godaan tentang gaya hidup mulai muncul, konsistensi anda terhadap peraturan usaha anda mulai longgar bahkan sampai anda mulai sering meninggalkan usaha anda dengan alasan bertemu dengan rekan - rekan anda
Anda yang biasanya konsisten dalam perhitungan dan mengatur anak buah, mulai merasa capek dan lelah dengan rutinutas seperti itu dan akhirnya mulai agak longgar terhadap kinerja karyawan anda. Biasanya tiap minggu, kerja karyawan anda di evaluasi, akhir - akhirnya mulai molor jadi 2 minggu sekali. Dan lain lain
Oleh sebab itu, visi dan misi anda atau perusahaan anda sebaiknya ditulis dikertas dan ditempelkan di papan agar anda senantiasa melihat dan termotivasi secara kontinyu. Jadi tulisan tersebut sebagai pengingat agar anda tidak melenceng disuatu hari nanti.
Itulah beberapa kesalahan dan keteledoran pengusaha dalam berbisnis. Semoga para pembaca disini bukanlah termasuk dalam 4 kategori diatas dan anda tetap konsiaten dalam berusaha..Amin











