Minggu, 30 April 2017

Kesalahan pengusaha dalam menjalankan Bisnis

Dalam menjalankan usaha sudah pasti anda akan mengalami suka dan duka, manis dan getir, jatuh dan bangun. Itu semua memang merupakan proses anda agar menjadi pengusaha yang handal. Akan tetapi dari berbagai macam proses tersebut adakalanya disebabkan oleh kesalahan- kesalahan kita dalam menjalankan usaha. Kesalahan tersebut bisa tersebar mulai dari awal mendirikan usaha, pertengahan usaha , dan akhir dari usaha.
Berikut ini kesalahan- kesalahan dalam berbisnis.

1. Modal awal berasal dari hutang.


   " kan banyak pengusaha yang awalnya dari hutang "
   " apakah salah kalau saya mendirikan usaha dari hutang ?""
   " kalau tidak boleh hutang, trus modal awal dari mana "

Diatas adalah pertanyaan- pertanyaan dari teman- teman saya yang baru mau mulai berbisnis sampai yang bisnisnya sudah berjalan. Memang tidak ada yang salah dengan meminjam uang untuk memulai usaha. Toh banyak juga pengusaha yang hutangnya lumayan banyak atau bahkan terlalu banyak. Dan mereka masih tetap eksis alias usahanya masih berjalan.

Disisi lainnya, banyak sekali pengusaha yang kolaps dan bangkrut karena terlalu banyak hutang. Selain usahanya bangkrut, mereka masih harus menanggung pembayaran hutang, entah itu hutang pribadi, hutang kepada supplier, maupun hutang ke bank.

Oleh sebab itu, perlu anda pikirkan lebih dalam lagi apabila anda ingin berhutang. Karena dengan anda berbisnis yang bermodalkan hutang, maka, selain anda memikirkan menaikan omset, mengembangkan usaha, anda juga akan terus memikirkan pembayaran hutang. Sedangkan dari sisi keuntungan, maka keuntungan anda akan berkurang sekian persen hanya untuk membayar bunga hutang.

Bijaksanalah dalam berhutang, karena berhutang bagaikan dua sisi pedang. Bisa menguntungkan dan bisa juga merugikan

   " trus, kalau hutang ke sipplier bagaimana ?"

Berhutang barang ke supplier kalau menurut saya lebih menguntungkan dibandingkan anda berhutang ke bank, apalagi anda berhutang ke rentenir.keuntungannya anda berhutang ke supplier adalah;
  • Anda tidak akan membayar bunga
  • Keuangan anda akan terkontrol, tidak konsumtif karena tidak akan menerima uang cash.
  • Mendapat diskon tertentu dari supplier
Banyak dari rekan- rekan saya yang apabila berhutang, justru mereka membelanjakan uang hasil hutang tersebut untuk keperluan pribadi, contohnya untuk renovasi rumah, beli barang mewah dan yang lebih parah adalah untuk Dp mobil atau motor.

Pada umumnya pada saat mereka akan berhutang, mereka merencanakan untuk menambah barang dagangan mereka. Akan tetapi begitu mereka sudah menerima uang cash mereka tiba- tiba berubah pikiran dan akhirnya hanya sebagian saja yang dipakai untuk modal usaha.



2. Terlalu percaya kepada Karyawan

Percaya kepada karyawan itu penting, akan tetapi janganlah 100 % anda serahkan semuanya kepada karyawan. Tetap anda harus ikut terjun dan mengawasi pergerakan usaha anda. Jangan sampai usaha yang anda rintis terjadi banyak kebocoran, karena apalah artinya omset ataupun profit yang tinggi tapi terdapat kehilangan dimana - mana.

Kebocoran dalam usaha biasanya terjadi pada ;
  • Proses pembelian
  • Proses penjualan
  • Biaya cost
  • Dan banyak lagi yang lainnya
Khususnya pada usaha perkreditan atau anda menghutangkan barang dagangan anda kepada orang lain, maka saya anjurkan untuk sangat- sangat teliti dalam merekrut karyawan, karena banyak sekali usaha yang jenis ini, yang hancur lebur karena perbuatan dari karyawan sendiri. Karena konsumen mereka rata- rata kurang mengenal pwrusahaannya atau pemilik perusahaan, akan tetapi konsumen biasanya lebih mengenal pada bagian sales atau tenaga marketing. 

Banyak kasus, karena usaha jenis ini mengandalkan tenaga pemasaran, pada saat karyawan tersebut berhenti, maka pemilik perusahaan atau pengganti karyawan tersebut kesulitan untuk cross cek data konsumen. Biasanya usaha seperti ini sangat besar turn over karyawannya.

Oleh sebab itu, anda selaku pemilik usaha seperti ini, sebisa mungkin tahu data konsumen dan tahu juga alamat yang bersangkutan. Semua ini demi kelangsungan bisnis anda sendiri

3. Terlena

Apakah anda termasuk pengusaha yang membiarkan semuanya terjadi begitu saja.
Kalau jawabannya iya, maka berhati- hatilah dengan bisnis anda. Seperti yang sudah saya posting sebelumnya, bahwa seorang pengusaha haruslah kreatif dan inovatif ( baca : karakteristik pengusaha ). Karena dalam dunia usaha, bisnis anda bukan hanya milik anda sendiri, pastinya anda memiliki kompetitor ( pesaing ), atau pengusaha pemula yang ingin mencoba peruntungannya membuka usaha yang mirip atau sejenis dengan usaha anda.

Para kompetitor akan terus melakukan berbagai macam strategi agar dapat bersaing dengan anda. Mereka mungkin mengadakan program bonus, diskon, dll agar pelanggan anda berpindah kepada mereka.

Oleh sebab itu anda jangan sampai terlena dengan usaha anda. Teruslah melakukan hal- hal kreatif. Kita ambil contoh, misalnya anda memiliki usaha toko klontong. Pada tahun 90 an mungkin anda bisa merasakan usaha anda berkembang dengan pesat, akan tetapi setelah memasuki tahun 2000 an, bermunculan supermarket- supermarket waralaba. Yang mulai merebut pasar dari toko - toko klontong tersebut dan mengakibatkan runtuhnya bisnis seperti itu.

Jadi tetaplah fokus dalam bisnis anda, dan teruslah berinovasi dalam usaha anda agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman.

4. Kehilangan arah

Yang dimaksud dengan kehilangan arah disini adalah anda mulai melupakan  dan kehilangan visi dan misi dalam usaha anda. Kesalahan yang seperti ini biasanya dialami oleh pengusaha yang baru berkembang. Begitu usaha mereka mulai merangkak naik, maka godaan tentang gaya hidup mulai muncul, konsistensi anda terhadap peraturan usaha anda mulai longgar bahkan sampai anda mulai sering meninggalkan usaha anda dengan alasan bertemu dengan rekan - rekan anda

Anda yang biasanya konsisten dalam perhitungan dan mengatur anak buah, mulai merasa capek dan lelah dengan rutinutas seperti itu dan akhirnya mulai agak longgar terhadap kinerja karyawan anda. Biasanya tiap minggu, kerja karyawan anda di evaluasi, akhir - akhirnya mulai molor jadi 2 minggu sekali. Dan lain lain

Oleh sebab itu, visi dan misi anda atau perusahaan anda sebaiknya ditulis dikertas dan ditempelkan di papan agar anda senantiasa melihat dan termotivasi secara kontinyu. Jadi tulisan tersebut sebagai pengingat agar anda tidak melenceng disuatu hari nanti.

Itulah beberapa kesalahan dan keteledoran pengusaha dalam berbisnis. Semoga para pembaca disini bukanlah termasuk dalam 4 kategori diatas dan anda tetap konsiaten dalam berusaha..Amin




Rabu, 19 April 2017

10 Karakter dan sifat seorang Pengusaha

Menjadi pengusaha dan memiliki usaha yang besar merupakan impian setiap orang. Tapi tahukah anda, untuk menjadi pengusaha yang sukses dibutuhkan semangat dan tekad yang kuat.
Berikut ini akan kita kupas tuntas mengenai karakteristik atau sifat- sifat seorang pengusaha


1. Ambisi

   Ambisi bisa disebut juga hasrat atau keinginan. Setiap pengusaha pasti memiliki keinginan, tujuan dan harapan dalam menjalankan bisnisnya. Dengan ambisi mereka akhirnya memiliki target yang jelas dan impian. Mulai dari ambisi ingin membesarkan usaha, menjadi yang terbaik,, membahagiakan keluarga, sampai mensejahterakan karyawan. Agar ambisi anda dapat tercapai, sering- seringlah tulis target anda, karena dengan menulisnya anda akan selalu ingat dan terpacu untuk mengejarnya.
   
2. Berani mengambil resiko

Gambar : Arya Design

Inilah yang paling tidak diinginkan oleh semua pegawai atau pekerja apabila ingin memulai suatu usaha. Mereka takut untuk berbisnis alasannya yang paling sering kita dengar adalah takut bangkrut, takut bisnisnya tidak berjalan, dan takut tidak bisa makan dsb. Semua itu membuat kita ragu- ragu untuk memulai bisnis.

Memang dalam berbisnis kalau tidak sukses ya memang bangkrut. Itulah pilihan yang nyata. Selain gagal anda juga perlu memikirkan seandainya anda sukses, apa yang akan anda terima, tentunya kekayaan. So, beranilah untuk segera bertindak

3. Ketahanan mental yang kuat

Disinilah seorang pengusaha tangguh di tempa. Seandainya usaha yang dijalankan belum memenuhi harapan, entah target omset yang belum tercapai, atau profit yang belum mencukupi kebutuhan, atau juga usaha yang dijalankan masih sepi dan belum ada perkembangan. Anda mungkin juga sering mengalami yang namanya penolakan, cibiran dari orang lain.

Yakinlah, bahwa semua itu merupakan proses untuk anda, agar anda memiliki pondasi yang kuat dalam berbisnis dan jangan mudah putus asa. Karena ibarat seorang pelaut yang handal tidak akan menjadi tangguh dalam lautan yang tenang. Percayalah bahwa semua cobaan dan ujian adalah sarana untuk anda agar bisa sukses

4. Disiplin
Gambar : Arya Design
Pada umumnya banyak sekali masyarakat yang mengatakan,

   " lah wong usaha sendiri, nggak usah ngoyo"

   " santai bos, kan usahanya sendiri, ntar aja  ngantornya'

Memang benar, dengan memiliki usaha sendiri, anda lah pemegang kontrol atas perusahaan ( saya katakan perusahaan agar usaha anda lebih keren gitu..). Tapi yang harus anda ingat bahwa, justru itu anda harus menunjukan kepada para karyawan , teladan yang baik, agar karyawan anda menjadi lebih rajin dan juga disiplin

Disiplin itu meliputi disiplin waktu dan disiplin kerja. Jadi meskipun anda pemilik perusahaan, sebaiknya anda datang tepat waktu, atau justru datang lebih awal, karena contoh yang paling utama terhadap para karyawan ya anda sendiri.

Apabila anda memiliki janji dengan rekan bisnis, atau klien, hadirilah janji tersebut sesuai waktu yang ditentukan, jangan molor, karena itu bisa menaikkan kredibilitas anda dimata para rekan bisnis dan klien

5. Tanggung jawab yang besar

Selaku pemilik usaha, sudah tentu anda memiliki tanggung jawab yang besar. Jadi selain bertanggung jawab terhadap diri anda sendiri dankeluarga, anda juga memiliki tanggung jawab terhadap karyawan maupun pelanggan usaha anda. Terhadap karyawan tentunya berkaitan dengan ketepatan gaji dan kesejahteraan mereka. Sedangkan terhadap pelanggan, anda bertanggung jawab terhadap mutu dan kualitas, karena hal ini berkaitan dengan loyalitas pelanggan kesinambungan usaha anda

6. Keyakinan yang tinggi

Karakter ini berkaitan dengan rasa percaya diri yang anda miliki. Yakin terhadap diri sendiri, yakin juga terhadap kemampuan karyawan, sampai yakin terhadap produk yang anda miliki dan anda tawarkan. Coba perhatikan dilayar televisi pada saat penayangan iklan, khususnya iklan yang dibawakan oleh seorang presenter. Begitu berapi- apinya mereka menawarkan produk mereka, karena mereka pribadi yakin terhadap produk yang ditawarkan

Keyakinan terhadap usaha juga sangat diperlukan. Misalnya anda memiliki usaha kuliner, anda harus yakin bahwa usaha kuliner ini bisa bertahan dan juga bisa dikembangkan.

7. Jujur

Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa, " kejujuran adalah modal utama dalam berbisnis". Pepatah itu tidak salah, karena banyak sekali pengusaha yang awalnya bisa berbisnis dengan modal jujur. Contoh rekan saya bisa memiliki usaha karena awalnya diberi pinjaman barang oleh rekannya, lalu barang tersebut ia jual, dan apabila laku maka modal langsung diserahkan ke rekannya, atau dengan kata lain dia bayar setelah barangnya laku. Karena jualannya semakin laris, akhirnya teman saya kulakan sendiri dalam partai yang besar dan tentunya dengan harga yang lebih baik lagi. Dan sekarang teman saya sukses dari bisnis tersebut

8. Kemampuan menjual

Inilah kemampuan yang paling utama yang harus dimiliki seorang pengusaha. Usaha jenis apapun wajib memiliki kemampuan ini. Kempuan menjual, baik menjual produk, menjual jasa sampai menjual diri adalah ujung tombak dari srmua usaha.

Uuppss, mungkin ada yang bertanya,

   " Haaahh, menjual diri ?, apa nggak salah tuh.."

Benar dan nggak salah sama sekali.
Yang dimaksud menjual diri disini ( sisi positif ) adalah menjual kemampuan anda.
 Bagi anda yang jago menyanyi, anda tawarkan suara emas anda kepada pemilik label rekaman. Buat anda yang pintar akting juga bisa mendapatkan uang dari main sinetron atau film. Intinya adalah,kemampuan apapun yang anda miliki jangan disimpan, tawarkanlah.. So, mulai sekarang, anda pikirkan dan renungkan, kelebihan apa yang anda miliki, lalu  jual lah.

9. Memilki intuisi

Intuisi itu semacam feeling atau perasaan. Intuisi ini adalah kemampuan melihat peluang. Misalnya, kemarin yang lagi ngetren batu akik. Ada banyak pengusaha yang ikut menikmati trend tersebut. Mereka melihat peluang disana, dan tanpa pikir panjang membelanjakan beberrapa uangnya untuk beli batu dan emban( cincin tempat batu akik ). Mereka memiliki keyakinan bahwa usaha seperti ini adalah usaha yang musiman, jadi mereka berupaya agar barang yang mereka beli secepatnya mereka lepas atau jual, karena sangat beresiko apabila sampai terlalu lama tidak terjual.

Kemampuan ini biasanya akan muncul setelah anda berbisnis dalam waktu yang relatif lama. Karena kemampuan ini biasanya akan anda miliki didasari oleh kebiasaan anda menganalisa.

Mulai dari analisa keuangan yang berfungsi menghitung biaya cost. Analisa trend pasar setelah anda terbiasa bertemu klien, pelanggan dan masyarakat. Analisa target pasar ketika anda sudah memiliki pelanggan dan anda sudah bisa mengelompokan mereka berdasarkan usia, pekerjaan, status sosial dll

10. Inovasi

Gambar : Arya Design
Inovasi atau kreatif juga saya masukkan disini, karena seorang pengusaha yang tidak memiliki inovasi biasanya usahanya akan stagnan.
Contoh yang paling mudah adalah kemunculan go- jek. Coba anda perhatikan perbedaan antara yang kreatif dengan yang tidak kreatif, dan anda sendiri pasti sudah bisa menyimpulkan semdir.
Atau kemunculan supermarket terwaralaba. Sungguh dahsyat dampak yang diterima oleh pengusaha- pengusaha lokal.

Dan sifat ini biasanya selalu dikaitkan dengan teknologi. Itu bisa benar dan juga bisa juga tidak, karena anda perhatikan disekitar anda pastilah banyak bermunculan cafe- cafe dengan konsep yang baru alias fresh.
 Jadi kreatiflah agar bisnis anda tidak tergerus oleh kemajuan jaman.

Oke, sampai disini dulu tulisan mengenai sifat- sifat seorang wirausaha atau pengusaha. Mudah- mudahan dapat anda terima dan dicerna dengan baik agar membuat langkah anda semakin pasti untuk memulai usaha atau mengembangkan usaha anda

Terima kasih

Minggu, 16 April 2017

Membesarkan dan Mengembangkan Bisnis


Gambar : Arya Design
Yup, betul sekali judul kali ini, " Membesarkan Bisnis "
Setelah memulai usaha, dan usaha anda sudah mulai berjalan, langkah selanjutnya yaitu bagaimana caranya agar usaha yang sudah anda jalani bisa berkembang dan besar. Ada banyak cara dalam membesarkan bisnis, mulai dari yang murah sampai yang mahal, yang cepat sampai yang lama. Tapi yang akan saya sampaikan saat ini adalah membesarkan bisnis dengan cara yang murah meskipun nanti prosesnya lama. Karena saya menganjurkan agar anda memiliki pondasi bisnis yang kuat terlebih dahulu, dari pada prosesnya cepat, tapi rawan ambruk alias bangkrut. Tentunya anda tidak ingin usaha yang sudah anda jalankan berhenti ditengah jalan.

Baiklah, langkah langkah dalam membesarkan usaha anda adalah:

1. Buatlah sistem.
Yang dimaksud dengan sistem adalah bagaimana usaha anda semuanya dapat terkontrol. Mulai dari pembelian, penjualan, persediaan, arus kas, dan juga profit. Sistem itu sendiri tidak perlu rumit, buatlah sesederhana mungkin agat mudah untuk dikontrol. Banyak dari pengusaha pemula yang menyepelekan sistem, dan akhirnya mereka kesulitan untuk melihat bagaimana perkembangan usaha yang sudah mereka lewati. Karena mereka terfokus pada menaikan omset,  sedangkan profit yang mereka terima tidak ada kenaikan, mereka lalai dalam melihat biaya cost. Persoalan ini yang paling sering dihadapi oleh pengusaha pemula. Dan yang paling fatal adalah perputaran keuangan untuk bisnis tercampur dengan keuangan pribadi. Disini mereka banyak yang malu untuk mengakuinya. Misal; karena bisnis sudah jalan mereka langsung nyicil rumah, mobil, dll. Padahal untuk membiayai semuanya itu keuangan bisnis akan tesedot sedikit demi sedikit. Tidak masalah anda membeli semua itu, asalkan tidak menggangu arus kas usaha anda

Buatlah sistem mulai dari bagaimana penerimaan barang, persediaan barang, penjualan, pengiriman, SOP, sampai ke sistem pembayaran. Usahakanlah semua itu dapat tercatat dengan baik dipembukuan anda. Entah terkomputerisasi maupun secara manual dengan cara ditulis tangan. Selain itu dengan sistem, anda akan mengetahui biaya- biaya apa saja yang perlu dipangkas, diirit dan disesuaikan dengan kemampuan anda.

 Kalau anda sudah bisa membuat SOP ( Standard Operating Procedure ) maka itu lebih baik lagi. Contoh, misalnya anda membeli makanan di KFC, baik anda beli di Jakarta, Bandung ataupun dimana saja, maka anda akan menerima rasa yang sama, itu dikarenakan mereka menjalankan SOP dengan benar. Atau mungkin anda berbelanja di supermarket waralaba terbesar di Indonesia, maka anda akan menerima pelayanan yang sama, mulai dari anda masuk, prmbayaran sampai anda hendak keluar.
Itulah fungsi dari sistem anda, jangan sampai usaha anda banyak kebocoran karena tidak tersistem.

2.  Manfaatkanlah tekhnologi untuk promosi
Apabila anda tipe orang yang aktif di media sosial, itu dapat bermanfaat bagi bisnis anda. Sering- seringlah anda tampilkan profil usaha anda, ini lebih murah dibandingkan anda membuat website usaha anda sendiri atau promosi- promosi yang lainnya. Karena membuat website membutuhkan biaya yang lumayan bagi pebisnis pemula, mulai dari biaya design, beli domain, hosting dsb.
Berikut Trik yang oleh teman saya dipraktekannya dimedia sosial. Dia ajak pertemanan sebanyak mungkin, kemudian dia beri like postingan orang- orang tsb. Menurut dia, dengan seringnya orang diberi like atau dikomentari, maka orang tersebut bertanya- tanya,
 
   " siapa sih orang ini, kok nge like dan komentar terus "

Setelah itu, orang tersebut coba- coba untuk lihat profil dia, perlu diingat postingan anda selain cuma ngobrol, atau guyonoan, perlu juga diberi contoh produk anda atau bisnis anda. Nah, dari sana akhirnya orang tersebut tertarik dengan usaha teman saya. Teorinya adalah jangan terlalu sering anda promosi, agar teman- teman anda tidak bosan.

Saat ini banyak sekali pengusaha yang memanfaatkan media sosial untuk memajang hasil usaha mereka, ini dikarenakan dengan media sosial tidak pelu biaya besar dan produk anda tidak cuma dikenal dilingkungan anda, karena dari luar kabupaten, provinsi sampai luar negeri akan melihatnya. Benar- benar cara yang murah dan efektif dalam berpromosi.

3. MLM

Gambar : Arya Design
MLM disini bukanlah Multi Level Marketing, tetapii MLM disini adalah Mulut Lewat Mulut. Ya..inilah promosi paling murah. Biasanya pelanggan andalah yang mempromosikan usaha anda kepada khalayak ramai. Oleh sebab itu berilah pelanggan anda layanan yang terbaik agar mereka menceritakan pengalaman mereka sendiri selama merasakan produk atau layanan anda. Misal usaha anda dalam bidang kuliner, mereka biasanya menceritakan mulai dari lahan parkir, penerimaan tamu, pelayanan cepat atau tidak, rasa dan banyak lagi. Dan biasanya yang diajak ngobrol ini biasanya ingin juga merasakannya.
Hebat kan..!! Mereka itulah kalau diibaratkan sales atau tenaga marketing yang bekerja tapi tanpa dibayar alias gratis..tis, tanpa biaya.

4. Ikut komunitas bisnis
Dengan anda ikut komunitas bisnis, baik didalam kota maupun sampai keluar kota, memungkinkan usaha anda bisa berkembang. Karena dengan ikut komunitas maka anda akan lebih banyak relasi. Siapa tahu diantara paravanggota komunitas tersebut ada yang memiliki usaha yang dapat bersinggungan dengan usaha anda. Misal anda memiliki usaha tanpa modal yaitu jasa pembuatan website dan design, maka anda akan menemukan banyak sekali pengusaha lokal yang belum memiliki website. Bukannya mereka tidak mampu membuatnya, melainkan mereka tidak ada waktu untuk mengurusi hal tersebut dikarenakan mereka juga bingung untuk mencari jasa tersebut.

Selain itu, dengan anda ikut komunitas bisnis, maka anda akan menemukan banyak sekali ilmu baru. Harapannya, dengan ilmu baru tersebut bisa diterapkan untuk bisnis anda.

5. mengikuti pameran, expo, fair dll
Pameran seringkali memberikan kontribusi yang kumayan untuk para pebisnis pemula. mengikuti pameran berarti anda sedang mempromosikan produk atau jasa anda. Dengan mengikuti pameran, bisnis dan produk anda akan lebih dikenal di masyarakat. Dan pameran biasanya lebih mengutamakan produk lokal, karena biasanya didukung oleh pemerintah daerah setempat.

6. Carilah pembimbing
Ingat, Pembimbing loh ya, bukan penasihat. Pembimbing biasanya adalah para pelaku bisnis, mereka adalah orang yang selain memiliki kemampuan berbisnis dia juga harus bisa menyampaikan ilmunya dengan bahasa yang mudah dipahami dan dipraktekan. Mereka biasanya suka berbagi ilmu. Sedangkan penasehat, mereka adalah orang yang memiliki ilnu tapi bedanya mereka tidak atau belun mempraktekan  ilmunya. Jadi disinilah bedanya antara pembimbing dengan penasehat.


Pembimbing selain memiliki teori mereka juga mempraktekan teorinya tersebut. Perlu anda ketahui bahwa dalam berbisnis anda bukan hanya berteori tapi langsung mempraktekannya. Karena dalam berbisnis bukanlah ilmu pasti. Bisa saja anda mempraktekan ilmu yang diberikan oleh orang lain, tapi justru tidak berhasil di tempat anda. Karena dalam berbisnis banyak sekali faktor yang mempengaruhi hasil akhir. Jadi pada prinsipnya berbisnis itu anda harus selalu mencoba dan terus mencoba.

Demikianlah kiat- kiat dalam membesarkan bisnis anda, dan mudah- mudahan bisnis anda bisa semakin besar dan anda menjadi pengusaha sukses.

Terima kasih








Kamis, 13 April 2017

Langkah Jitu dalam Memulai bisnis





Tulisan ini menyambung dari tulisan kemarin. Setelah syarat utama untuk memulai bisnis sudah anda miliki yaitu niat dan kemauan Baca : memulai usaha dengan kemauan, maka syarat yang kedua adalah kemampuan. Sudah menjadi cerita dimasyarakat bahwa untuk memulai usaha harus memiliki modal. Memang modal merupakan pelengkap untuk memulai usaha tapi bukanlah yang utama, karena yang utama seperti yang sudah saya posting sebelumnya adalah kemauan. Kita lanjutkan kembali tulisan ini bahwa kemampuan adalah syarat yang kedua.

   Kemampuan meliputi, ketrampilan/ keahlian, tenaga dan juga modal. Ketrampilan ini banyak sekali macamnya, ketrampilan tentang teknologi, seni, permesinan dll. Dari sekian banyaknya ketrampilan pastilah anda memilikinya meskipun belum ahli. Seperti yang alm Bob Sadino katakan bahwa urutan orang bekerja itu adalah anda harus bisa kemudian mahir dan yang terakhir adalah ahli. Jadi tidak masalah anda belum menguasai bidang tersebut karena dengan belajar maka anda akan menjadi ahli dibidangnya. Dari ketrampilan yang belum seberapa tersebut anda harus dan wajib untuk belajar. Atau bahkan anda bisa langsung mendirikan usaha sambil belajar.

    Contoh usaha yang tidak mengeluarkan modal dan bermodalkan ketrampilan adalah usaha jasa membuat website, usaha jasa laundry, maupun usaha- usaha rumahan. Mungkin ada yang langsung komentar,
       
          " loh bukannya usaha laundry harus ada modal, buat beli mesin cuci ?"

 Hehe inilah yang membedakan orang biasa dengan pengusaha atau calon pengusaha. Caranya begini, anda tinggal promosikan usaha laundry anda kepada teman, rekan kerja, tetangga dan kepada siapa saja. Anda promosikan bahwa laundry anda siap antar jemput. Jadi misalnya ada teman yang meminta jasa laudry anda, maka segeralah anda ambil, ya betul tinggal diambil.

          " Terus gimana kelanjutannya ? "

Tentunya setelah diambil, dicuci dong..mungkin anda masih bingung dan mucul pertanyaan lagi,

          " kan belum punya mesin cuci.."

   saya akan bertanya kepada anda, apakah mencuci itu harus pakai mesin cuci ? jawabannya pasti tidak harus, anda bisa saja mencuci pakai tangan. Nah disini pasti anda akan bertanya lagi,

         " tidak profesional dong bos .."

   Nah jawaban pastinya adalah, anda ingin bisnis tanpa modal, ya seperti itu caranya. Dengan cara seperti itu, apakah pelanggan anda akan menanyakan dimana mesin cucinya trus pake merk apa dll, sepertinya jarang pelanggan laundry yang menanyakannya. Baru setelah pelanggan anda mulai bertambah dan berkembang anda pikirkan lagi bagaimana cara membeli mesin cuci apakah dari hasil usaha yang sudah ditabung atau mungkin beli dengan cara kredit. Itu adalah salah satu contoh mendirikan usaha tanpa modal.



   Atau mungkin anda ingin usaha yang lain, anda bisa saja membuka usaha yang lain meskipun tanpa modal, dan hanya ketrampilan yang anda tawarkan. Yang penting anda mau berusaha dan disitu pasti ada jalan.

   Nah, apabila anda adalah orang yang memiliki modal, maka anda  sudah 1 langkah didepan. Anda tidak perlu repot- repot mengumpulkan uang lagi. Tapi perlu diingat bahwa adakalanya dengan ketersediaan modal sering kali pengusaha pemula itu tidak kontrol terhadap keuangan. Melakukan promosi besar- besaran tanpa memperhitungkan arus kas yang ada. Prinsipnya anda harus mengeluarkan uang dengan berbagai pertimbangan, janganlah mengeluarkan uang karena gengsi.

   Bisnis yang mungkin bisa anda geluti dengam modal yang sudah ada ditangan itu sangat banyak, tapi saat ini model bisnis yang sangat digemari oleh pebisnis pemula adalah model franchise atau waralaba. Karena bisnis ini adalah bisnis yang tinggal anda jalankan tanpa memikirkan tempat kulakan, pemasaran, atau ketrampilan. Biasanya bisnis seperti ini sudah jelas SOP nya, tapi sebaiknya anda memilih dengan seksama, karena adakalanya franchisor atau pemilik waralaba ini tidak begitu memikirkan usaha para pembeli bisnis ini. Anda tinggal bertanya, browsing atau bahkan kalo perlu anda lihat sendiri usaha ini ditempat anda, apakah laris, jarang pesaing, dan prospek kedepannya bagaimana.

   Selain itu anda juga bisa mempekerjakan seorang yang ahli untuk bisnis anda, contohnya anda ingin buka bengkel motor. Karena anda kurang paham tentang perbengkelan, anda bisa saja mencari tenaga ahli dibidang ini, atau seandainya sulit mencari yang ahli anda cari saja lulusan SMK jurusan otomotif, disinilah nantinya terjadi hubungan yang saling menguntungkan. Anda bisa membuka bisnis tanpa keahlian, sedangkan pekerja anda bisa memulai usaha tanpa modal.

           " perhitungan hasilnya gimana ? "

   Untuk perhitungan hasil adalah bagaimana kesepakatan anda dengan tenaga ahli tersebut. Bisa saja pembagiannya 50:50, atau 60:40 bahkan bisa saja 70:30. Intinya perhitungan pembagian hasil tersebut sama- sama iklhas dikedua pihak atau memakai istilah bule, win- win solution.

   Ada pepatah mengatakan seribu langkah diawali satu langkah. Demikian pula dengan memulai berbisnis, yang penting anda buka terlebih dahulu usaha anda daripada anda hitung terus antara untung, rugi, resiko dll. Karena dengan anda mulai bisnis, maka disanalah anda akan mengetahui segala sesuatunya yang mana sebelumnya cuma terlintas dipikiran. Pada prinsipnya semua bisnis menguntungkan, buktinya masih banyak yang menjalankan bisnis tersebut, misal ada yang ngomong,

          " jangan bisnis cabe nanti resikonya besar atau jangan budidaya lele karena banyak yang rugi, dsb "

   Omongan diatas memang kerap disampaikan oleh rekan kita, saudara kita. Tetapi yang perlu anda pahami adalah, masih banyak orang yang sukses dengan berbisnis seperti yang disebutkan diatas. Karena semakin takut orang lain berbisnis seperti itu maka akan semakin sedikit kompetitor mereka, dan dampaknya kepada masyarakat luas dapat terjadi monopoli pasar.

   Saya rasa sudah cukup tulisan ini saya buat, mudah- mudahan bermanfaat bagi anda, dan semoga kedepan saya bisa memposting lagi tulisan lainnya dan tentunya berhubungan dengan belajar bisnis
 
   Terima kasih

Minggu, 09 April 2017

Membangun bisnis UKM

Anda ingin berbisnis. Atau mungkin anda baru belajar berbisnis. Disini anda dan saya pribadi dapat belajar berbisnis, belajar bagaimana memulai usaha, belajar bagaimana mengembangkan usaha dan belajar perihal apasaja yang berkaitan dengan usaha dan bisnis

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, dunia kelihatan semakin kecil. Ditambah dengan kehadiran internet membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah. Hal ini membuat banyak sekali masyarakat yang mencoba peruntungannya dengan mencoba berwiraswasta. Karena mereka banyak membaca di internet tentang keberhasilan para enterpreneur muda.

Saat ini Indonesia baru memiliki 1,5 persen pengusaha dari sekitar 252 juta penduduk Tanah Air. Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,7 juta pengusaha untuk mencapai angka dua persen. Sedangkan di negara Asean seperti Singapura tercatat sebanyak 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 4,5persen, dan Vietnam 3,3persen jumlah pengusahanya. Dengan kata lain masih banyak peluang di Indonesia untuk menjadi pengusaha.

Oleh sebab itulah, disini akan kita kupas tentang bagainana sih memulai suatu usaha?

Langkah pertama untuk memulai usaha tidak lain dan tidak bukan adalah niat dan kemauan, karena hanya dengan niat dan kemauan yang keraslah anda bisa berhasil. Karena tanpa kemauan yang keras apabila ditengah jalan terjadi sesuatu maka anda tidak akan gampang menyerah. Karena dalam menjalankan usaha itu tidak ada yang benar benar mulus

Banyak dari mereka yang tidak berhasil karena tidak siap mental. Pada saat mereka naik mereka merasa puas, gaya hidup mulai berubah dan sampai merasa bahwa mereka tidak akan jatuh. Tapi pada kenyataannya yang namanya bisnis tetap ada pasang surutnya. Nah pada saat jatuh tersebut anda harus siap mental, karena pada saat saat jatuh anda akan merasakan dijauhi sama teman, kolega, bahkan oleh saudara- saudara anda sendiri.

Teman yang dulunya sering datang pada saat anda sukses secara perlahan akan menjauh dan bahkan menghilang. Kolega yang sering menbicarakan masalah bisnis juga perlahan mundur secara teratur. Jadi bisa diibaratkan pada saat anda sukses anda seperti gula yang manis dimana para semut akan datang berkerumun, sedangkan pada saat anda jatuh anda dianggap tidak ada,, hilang dan tak ada yang perduli

Langkah kedua adalah persiapkan bisnis apa yang akan dikerjakan. Anda bisa melihat sekeliling anda, bisnis apa yang bisa anda kerjakan, janganlah memilih bisnis yang anda tidak tahu apalagi dengan modal besar. Jangan gampang tergiur oleh bujukan ( saya katakan bujukan karena mereka akan prospek anda ) teman anda yang mengatakan bahwa ada bisnis yang bisa dikelola dengan mudah, cukup setor modal dan bahkan mempercayakan bisnis tersebut ke teman atau rekan anda. Apalagi anda tidak mengerti sama sekali tentang bisnis tersebut

Anda bisa perhatikan diri anda sendiri. Mulai bangun tidur sampai anda tidur lagi anda akan menemukan banyak sekali ide bisnis. Misalnya anda bangun tidur kemudian anda mandi, sudah banyak bisnis yang anda lihat, mulai sabun mandi, pasta gigi, handuk, bahkan air. Kemudian anda pakai baju, celana, parfum. Itu contoh kecil produk yang dihasilkan oleh orang lain dan merupakan suatu bisnis yang mungkin bisa membuat anda menemukan ide bisnis

Jadi banyak sekali ide bisnis yang berhamburan disana, tinggal anda terapkan kepada rencana bisnis anda.

Memang sebaiknya anda memulai dari bisnis yang anda sendiri sudah tahu meskipun cuma sekilas, karena dengan memulai bisnis yang anda sendiri mengetahui cara kerjanya paling tidak nantinya bisa meminimalisir kerugian bahkan kebangkrutan, karena anda sendiri bisa mengawasi bisnis anda sendiri.

Atau bahkan anda bisa memulai bisnis dari hobi anda sendiri. Karena dengan hobi tersebut maka anda paling tidak menguasai bisnis tersebut.

Demikianlah bagaimana memulai bisnis untuk perrama kali, mudah mudahan nanti kedepan akan saya posting lagi langkah langkah selanjutnya bagaimana cara membesarkan bisnis anda sendiri