Sabtu, 12 Mei 2018

Awas, kebijakan bisnis yang bikin modar

   Pada saat kita menjalankan bisnis, adakalanya kita dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Kebingungan ini biasanya kita hadapi disaat omset yang mulai turun, profit yang mulai menurun, permasalahan kompetitor, sampai masalah intern perusahaan yaitu karyawan itu sendiri.

  Seringkali pada saat seperti itu, seorang pengusaha mengeluarkan suatu kebijakan- kebijakan, dari kebijakan yang sepele sampai kebijakan yang berat. Dan biasanya, kebijakan tersebut akan berdampak terhadap perusahaan itu sendiri. Bisa saja kebijakan kita berdampak baik terhadap kinerja karyawan atau bahkan kebalikannya yaitu berdampak buruk. Oleh sebab itu sebaiknya pada saat kita membuat kebijakan ataupun peraturan, kita harus pada posisi yang tenang, tidak terburu buru dan emosional.

Berikut ini adalah kebijakan kebijakan yang membuat perusahaan kita bangkrut.

Referensi pihak ketiga 

A. Menambah jam kerja karyawan

Yup, kebijakan ini seringkali dikeluarkan oleh pimpinan perusahaan setelah mengetahui omset perusahaan turun. Mereka berdalih, bahwa dengan menambah jumlah jam kerja, maka karyawan akan lebih produktif dalam menghasilkan omset mereka. Asumsi mereka, apabila dengan 8 jam kerja bisa menghasilkan omset semisal 10 juta, maka dengan penambahan jumlah jam kerja maka omset yang dicapai bisa meningkat.

Kebijakan ini secara matematika memang betul, tetapi apabila yang dihitung adalah mesin atau robot yang selalu mengikuti setingan operatornya. Tapi seandainya yang kita hadapi adalah manusia ( sales, penjaga toko, dll ) yang berkaitan dengan perasaan dan emosi maka penambahan jumlah jam kerja menyebabkan mereka capek, jenuh dan bosan, dan ini justru menyebabkan mereka tidak produktif, dan ujung ujungnya mereka resign.

B. Mengangkat karyawan yang tidak memiliki kemampuan

Banyak sekali perusahaan startup yang menggunakan cara seperti ini. Mereka mengangkat karyawan seadanya, meskipun karyawan tersebut secara ilmu dan pengalaman belum waktunya mengemban tugas yang baru. Padahal dari kebijakan tersebut akan membuat kasak-kusuk di antara sesama karyawan yang mengakibatkan karyawan yang merasa memiliki kemampuan lebih menjadi ogah-ogahan dalam bekerja.

Dampak yang paling nyata adalah mereka menjadi kurang percaya terhadap perusahaan ataupun pimpinan mereka dan ini sangat berbahaya sekali karena bisa menyebabkan perusahaan menjadi goyah Oleh sebab itu sebelum mengangkat karyawan pertimbangkanlah semuanya dari berbagai sisi dan aspek.

C. Membiarkan karyawan berlaku curang

Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa karyawan yang berlaku curang dibiarkan, padahal karyawan yang curang Seharusnya lebih baik diberhentikan.

Jawabanya adalah, ada sebagian pemimpin baik itu owner ataupun manajer yang membiarkan karyawan yang berlaku curang biasanya berdasarkan toleransi atau karena karyawan tersebut senior dan cukup lama bekerja di sana. Ada kalanya juga mereka berpikir untuk mencari karyawan baru itu juga susah jadi mereka berharap untuk membetulkan dan membenarkan karyawan tersebut pelan-pelan agar kedepannya tidak berbuat israf.

Tapi seringkali dengan cara yang seperti ini justru akan membuat perusahaan anda cepat menuju kehancuran karena seringkali karyawan yang seperti ini akan mempengaruhi karyawan-karyawan yang lainnya ( ibaratnya seperti berbuat salah secara berjamaah )

Langkah yang tepat untuk mengatasi karyawan yang curang adalah dengan menegur secara keras ataupun memberi surat peringatan atau Justru dengan tindakan yang paling keras adalah dengan memberhentikannya. Jadi bisa dibilang itu merupakan shock terapi bagi karyawan yang lainnya.

Demikianlah ulasan yang bisa saya berikan mudah-mudahan kejadian seperti tulisan di atas tidak terjadi pada perusahaan anda semua, karena bisa dibayangkan begitu susahnya kita membangun suatu usaha dan ujung-ujungnya perusahaan kita tidak berkembang atau justru mengalami kebangkrutan.

Terima kasih